Make your own free website on Tripod.com
 
Tip dari Organisasi Makanan Masyarakat Eropa
(Deutsche Gesellschaft für Ernahrung e.V).

 

Konsumen  Dapat  Mengurangi  Bahan-bahan  Penyebab  Kanker  Melalui  Pengolahan  Makanan  yang   Tepat  di masing-masing Rumah Tangga.
 

Beberapa senyawa kimia yang mudah menguap (volatil) dalam makanan seperti Nitrosamin, Polisiklik Aromatis Carbon (PAC) atau Heterosiklik Aromatis Amine (HAA), telah terbukti menjadi bahan-bahan penyebab kanker pada beberapa hewan percobaan.  Senyawa-senyawa tersebut merupakan produk samping yang tidak diharapkan dari beberapa pengolahan makanan, misalnya dari pemanasan yang terlalu tinggi, atau pemanggangan yang tidak sempurna.  Nitrosamin, misalnya dihasilkan jika daging yang di "curing" (diberi garam pokel) atau daging yang diasap kemudial dipanggang atau digoreng dengan suhu yang terlampau tinggi. PAC, dapat dihasilkan pada pemanggangan daging, sosis atau ikan pada api ditempat terbuka, berasap tebal dan berjelaga.  HAA,dapat dihasilkan pada penggorengan atau pemanggangan dalam oven pada daging, ekstrak daging atau ikan yang dilakukan pada suhu di atas 180 derajat Celsius.

Menurut Prof. Hans Jurgen Hapke (Presidium DGE), " Konsumen dapat mengurangi senyawa-senyawa diatas dengan perlakuan pemanasan yang baik (kurang dari 180 derajat celsius) yaitu melalui pengukusan, perebusan atau pemanggangan dengan dibungkus alumunium folie, sedangkan kaldu yang keluar yang telah mengalami penggosongan (pemanasan berlebih), jangan digunakan sebagai sausnya".

Beberapa Tip :

  •  Memanggang jangan dibawah api yang baru menyala dan berasap.
  • Gunakan panggangan listrik, panggangan gas atau briket arang dengan tempat apinya di smping, supaya tidak ada lemak yang menetes pada bara api atau api yang tengah berpijar.  Bila lemak menetes di atas bara, akan terbentuklah PAC, dengan asap selanjutnya akan dapat terbawa pada bahan-bahan yang tengah dipanggang.
  • Gunakan alas pemanggangan jika memanggang langsung pada api, sehingga tiidak ada tetesan lemak yang jatuh pada bara atau api.
  • Jika memanggang penggunakan arang atau briket, maka letakkan bahan yang hendak dipanggang jika arang sudah membara dengan baik.  Biasanya proses pem"bara"an berlangsung 30 sampai 60 menit, ia akan menunjukkan bara yang sudah menyala merah dengan beberapa bagian telah menjadi abu putih.
  • Hindari makanan yang dibakar/ dipanggang berlebihan, misalnya hingga menimbulkan kegosongan yang berlebihan.  Lebih baik buanglah bagian yang sudah sangat gosong tersebut (sangat hitam).
  • Jangan memangggang produk-produk daging yang telah mengalami "curing" (pemberian garam pokel/sendawa), melainkan panaskan dengan pemansan sedang (di bawah 180 derajat Celsius), misalnya dengan pengukusan, perebusan dan penggorengan yang tidak terlalu lama.
  • Hindari penggunaan berulang minyak/margarin bekas penggorengan, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.
  •  
    artikel pagi