Make your own free website on Tripod.com
Bila tidak tahan minum susu
oleh: Indah Kristanti
[Staf Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fateta - IPB
dan kandidat Doktor yang sedang melakukan penelitian
di Institut fuer Lebensmittelsverfahrenstechnik,
Bundesforschungs fuer Ernaehrung (Federal Research Center for Nutrition),
Karlsuhe, Jerman]
 

Mengapa minum susu penting?

Di Indonesia kita pernah mengenal panduan kesehatan dengan makan "4 sehat, 5 sempurna". Komponen e-5 untuk "sempurna"-nya hidangan makan kita sehari-hari menurut panduan tersebut adalah minum susu. Susu memang mengandung semua zat gizi bahan pembangun tubuh yang sangat baik yang diperlukan oleh bayi yang baru lahir untuk pembentukan dan perkembangan tubuh. Untuk anak-anak dan remaja, serta orang dewasa dan orang lanjut usia susu juga diperlukan, misalnya sebagai sumber protein, vitamin B12 dan kalsium. Protein kita butuhkan untuk pertumbuhan, memelihara/mempertahankan substansi tubuh seperti enzim, hormon atau jaringan-jaringan seperti organ dan otot, serta untuk jalannya semua proses hidup. Vitamin B12 termasuk kelompok vitamin B-Kompleks dan berguna untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu dalam penyediaan energi tubuh. Vitamin B12 dapat pula diperoleh dengan kadar yang lebih tinggi dalam "jerohan" (organ dalam hewan ternak) dan daging. Kalsium adalah mineral yang penting untuk memelihara dan menguatkan tulang dan gigi serta untuk bermacam-macam proses pertukaran zat di dalam tubuh. Orang yang pemenuhan kebutuhan kalsiumnya kurang pada masa tuanya dapat mengalami suatu keadaan di mana massa tulangnya sangat sedikit (osteoporose). Organisasi gizi Jerman (Deutsche Gesellschaft fuer Ernaehrung) menyarankan bahwa konsumsi kalsium per hari adalah 600 - 1000 mg bagi anak-anak usia 1 - 15 tahun, 1200 mg bagi remaja usia 15 - 19 tahun, dan 800 - 1000 mg bagi orang dewasa.

Selepas dari air susu ibu manusia disarankan masih tetap minum susu karena kandungan kalsiumnya. Memang minum susu adalah cara yang paling praktis untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh. Dari satu gelas susu (250 ml = ¼ liter) dengan kadar lemak 1,5 % tubuh hanya memperoleh kalsium sebanyak 295 mg. Kekurangannya hendaknya dipenuhi dari sumber lain, yaitu sayuran, buah, biji-bijian/kacang-kacangan, roti dan produk olahan susu seperti keju, butter, yogurt, dan lain-lain tergantung selera, keadaan keuangan dan kemudahan ketersediaan bahan-bahan tersebut di tempat tinggal kita. Bagi yang bermukim di negara yang banyak memasarkan produk olahan susu sebagaimana halnya di tempat tinggal penulis di Jerman, maka kebutuhan kalsium yang bagi orang dewasa minimal 800 mg per hari itu dapat dipenuhi dengan praktis dengan cara minum 250 ml susu dan makan keju 2 lembar (60 g). Bila sumber kalsium bukan dari susu, maka contoh alternatifnya adalah dengan mengkonsumsi 8 kerat roti (360 g) + 15 kentang (900 g) + 100 g kacang putih kering + 4 wortel (400 g) + 50 g kacang kemiri + 2 cangkir havermout (100 g) + 2 jeruk besar (Orange)! Jelaslah, bahwa minum susu merupakan cara praktis untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh. Di negara-negara barat seperti misalnya di Jerman ini susu dan keju mudah dibeli di mana-mana dan bukan merupakan barang mahal. Di negara ini di kantin-kantin kampus, di warung-warung, di restoran-rsetoran dandi toko-toko swalayan banyak dijumpai berbagai bahan makanan yang mengandung susu, bahkan masakan sayur seperti sup juga seringkali dibuat dengan menambahkan susu. Di Indonesia keju merupakan produk untuk konsumsi golongan ekonomi kuat, sedangkan susu relatif lebih merakyat. Peternak sapi perah beserta keluarganya dapat langsung memperoleh sumber kalsium dari susu produksi sendiri. Bila kita hanya mengandalkan minum susu sebagai sarana suplai kalsium tubuh, maka haruslah sebanyak 2,7 gelas susu (1 gelas = 250 ml) per hari agar dapat memperoleh kalsium sedikitnya 800 mg/hari.

 
Sakit perut sesudah minum susu

Sekarang bagaimana bagi orang yang tidak bisa minum susu karena pencernaannya tidak tahan? Yang dimaksud di sini tentu susu yang masih baik kualitasnya. Jadi, gangguan yang dibicarakan di sini bukan disebabkan oleh kuman penyakit yang terbawa oleh susu yang tidak dimasak/diolah dengan benar, melainkan oleh komponen alami yang terdapat dalam susu, yakni gula susu atau laktosa. Laktosa adalah golongan zat gula disakarida (terdiri dari dua molekul gula sederhana/monosakarida). Gangguan perut karena tidak bisa mencerna susu disebut lactose intolerance (tidak tahan laktosa). Keadaan ini disebabkan oleh tidak adanya/kurangnya enzim laktase (b -Galaktosidase) dalam sistem pencernaan seseorang yang seharusnya di dalam usus bertugas menguraikan laktosa menjadi dua gula sederhana: glukosa dan galaktosa. Bila tidak/terlalu sedikit enzim laktase dalam usus, maka hanya sebagian saja dari gula susu yangmasuk yang bisa diuraikan dan diserap oleh dinding usus. Sebagian dari gula susu akan menuju usus besar tanpa terurai. Di situ sebagian gula susu tersebut diubah oleh bakteri usus dalam suatu proses fermentasi tanpa udara (anaerob) menjadi asam-asam organik dan terbentuklah gas-gas karbondioksida, methan dan hidrogen. Proses ini menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan osmotik dan menimbulkan pengumpulan air yang bertambah-tambah. Lebih lanjut, asam-asam organik tersebut mendukung terjadinya peristaltik (gerakan usus). Akibatnya adalah mencret (buang air) dengan tinja yang berair, berbusa dan berbau asam. Selain itu si penderita mengalami kembung dan sakit perut seperti penyakit kolik (mulas). Pada bayi, gangguan tidak tahan laktosa dapat menyebabkan muntah-muntah dan gangguan pertumbuhan yang berat. Diperkirakan sekitar 90 % penduduk dewasa seluruh dunia menderita gangguan ini. Di negara-negara Eropa utara dan penduduk Amerika utara yang berkulit putih, jumlah orang dengan gangguan tidak bisa mencerna laktosa mencapai 5 - 15 % dari total penduduk.

Terdapat 3 katagori penderita kekurangan enzim laktase: (a) bawaan sejak lahir, (b) yang muncul kemudian (bukan dari lahir), dan (c) yang muncul pada saat menderita penyakit-penyakit tertentu. Katagori pertama diturunkan oleh orangtua melalui mekanisme autosom-resesif (sifat resesif adalah sifat yang tidak muncul pada keturunan langsung: anak, tetapi bisa muncul pada keturunan kedua: cucu). Gangguan katagori ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi yang disebabkan oleh parahnya mencret-mencret yang dialami yang dibarengi dengan kehilangan cairan yang banyak, namun gangguan katagori ini sangat jarang ditemui. Penanganannya harus dengan pemberian makanan yang betul-betul bebas laktosa dengan makanan bayi khusus. Gangguan pencernaan katagori ke-2 muncul dengan proses dewasanya seseorang. Selama masa menyusui di mana bayi hanya diberi makan dengan air susu, aktivitas enzim laktase relatif tinggi. Aktivitas enzim laktase akan turun sesudah bayi disapih. Pada kebanyakan orang, aktivitas enzim laktase di dalam selaput lendir usus halus pada masa kanak-kanak (kira-kira pada usia 4 - 6 tahun) menjadi berkurang sampai suatu batas yang sangat rendah sehingga ketika mereka menjadi dewasa dapat menyebabkan keadaan tidak mampu menerima laktosa dalam jumlah yang cukup banyak. Seringkali penderita katagori ini masih bisa tahan laktosa dalam jumlah yang kecil. Kekurangan enzim laktase katagori ke-3 dapat merupakan penyakit yang muncul karena penyakit-penyakit usus halus lainnya seperti Zoeliakie, Morbus Crohn, Colitis ulcerosa, tetapi dapat pula timbul sesudah operasi lambung atau usus. Tanda-tandanya sama dengan katagori pertama, namun gangguan ini bisa hilang bila penyakit dasarnya berhasil disembuhkan.
 

Apakah gangguan ini bisa disembuhkan?

Gangguan perut yang tiap kali muncul sesudah minum susu hendaknya dicari penyebabnya melalui pengamatan gejala-gejala klinis dan pemeriksaan di laboratorium yang akan memastikan diagnosanya secara medis. Caranya berupa metoda langsung, pemeriksaan dengan roentgen, analisa tinja dan tes ketahanan terhadap laktosa seperti misalnya tes pengeluaran gas hidrogen H2. Bila terbukti tidak tahan terhadap laktosa, gangguan ini dapat ditangani - tergantung tingkatannya - sampai sembuh melalui diet (mengatur makanan/minuman)
 

Penanganan lactose intolerance

(1) Tetap mengkonsumsi susu biasa dan produk olahannya

Dari hasil penelitian diketahui bahwa penderita lactose intolerance tidak harus betul-betul menghindari makan/minum susu dan produk olahannya sebab kebanyakan mereka masih memproduksi enzim laktase meskipun jumlahnya kurang memadai dibandingkan orang dengan keadaan normal. Penderita gangguan ini hendaknya melakukan diet bebas laktosa atau diet rendah laktosa. Yang dimaksud dengan makanan bebas laktosa adalah makanan yang mengandung laktosa sebanyak maksimal 1 g per hari, sedangkan makanan rendah laktosa kandungan laktosanya maksimal 8 - 10 g. Orang dewasa yang sehat bisa menerima laktosa sekitar 20 - 30 g per hari.

Bagi penderita lactose intolerance disarankan untuk minum susu atau mengkonsumsi produk olahan susu dalam jumlah sedikit dan memperhatikan sendiri sampai seberapa besar porsi yang dapat miminum/dimakannya tanpa menimbulkan gangguan pencernaan. Telah banyak diamati, bahwa seseorang yang pada mulanya menunjukkan gejala-gejala tidak tahan terhadap laktosa, sesudah berbulan-bulan minum susu akhirnya dapat minum susu tanpa gangguan sakit perut lagi. Diketahui pula bahwa keluhan sakit perut sesudah mengkonsumsi susu dan produk olahannya pada saat makan lebih sedikit daripada bila mengkonsumsinya secara terpisah di luar waktu makan. Dalam Tabel 1 diberikan kadar laktosa dari berbagai bahan makanan. Perlu juga diperhatikan bahwa obat-obatan ada juga yang mengandung laktosa. Karena itu penderita lactose intolerance hendaknya mengkonfirmasikan ke apotik atau ke dokter yang memberi resep obat.

 

Tabel 1: Kandungan laktosa dalam tiap 100 gram susu dan produk olahannya
 
Bahan makanan/minuman
Laktosa (g/100 g)
Susu (susu segar dan susu UHT)1
4,8 - 5,0
Yogurt1
3,7 - 5,6
Butter (mentega)1
0,6 - 0,7
Butter milk1
3,5 - 4,0
Susu bubuk1
38,0 - 51,5
Es krim1
5,1 - 6,9
Keju Emmentaler, Parmesan, Camembert, Chester, Gouda, Edamer, Mozzarella, keju domba, keju lembek1.
< 0,1
Joghurt dengan susu full cream, 3,5% lemak2
4,0
Joghurt dengan susu full cream (dengan tambahan 1,5% susu skim bubuk)2
4,7
Joghurt dengan buah (dengan tambahan susu skim bubuk)2
4,1
Full cream dipasteurisasi / UHT2
3,1 / 3,1
Half cream dipasteurisasi / UHT2
3,3 / 3,7
Coffee cream2
3,8
 
 

(2) Memilih susu dan produk olahannya dengan kadar laktosa rendah

Secara teknologis, dapat diproduksi susu dengan kandungan laktosa yang rendah, yakni dengan proses penguraian laktosa oleh air (reaksi hidrolisa). Contoh pabrik yang menghasilkan susu rendah laktosa dapat dijumpai di negara Swiss. Di Finlandia telah dipasarkan susu dengan kadar lemak rendah yang dengan teknik pemisahan dengan gas khromatografi kandungan laktosanya bisa dihilangkan sampai 100 %. Produk olahan susu yang kandungan laktosanya sangat rendah atau tidak ada sama sekali adalah keju jenis keras (misalnya Emmentaler, Greyerzer, Sbrinz) dan jenis setengah keras (Appenzeller, Tilsiter). Kepala susu (milk cream) seperti full cream, half cream dan coffee cream disebabkan oleh porsi pemakaiannya yang biasanya sangat sedikit, maka dapat dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance meskipun produk-produk tersebut mengandung laktosa dalam kadar tinggi tiap 100 gramnya. Demikian pula halnya dengan butter (mentega). Karena kandungan laktosanya yang berkisar 0,5 g per 100 g produk, penggunaan 10 - 20 g mentega juga seharusnya tidak menimbulkan gangguan perut. Yogurt adalah produk fermentasi susu dengan bantuan bakteri-bakteri tertentu. Oleh karena itu kandungan laktosa dalam yogurt pada umumnya rendah, kecuali bila sesudah proses fermentasi ditambahkan sejumlah susu bubuk ke dalam yogurt tersebut. Penderita lactose intolerance sebaiknya memperhatikan daftar zat penyusun pada label kemasan yogurt untuk memastikan apakah ada tambahan susu bubuknya atau tidak. Yogurt dalam bentuk bubuk kering juga memperlihatkan sifat positif yang sama seperti yogurt biasa. Di samping itu diketahui pula bahwa bagi penderita lactose intolerance yang penting bukan hanya adanya enzim laktase yang berasal dari bakteri yang memfermentasi dalam yogurt, melainkan bahwa dinding sel bakteri tersebut haruslah masih baik. Bakterinya itu sendiri tidak mesti harus masih hidup. Oleh karena itu sesudah proses fermentasi hendaknya yogurt tidak dipasteurisasi sehingga enzim laktase yang terkandung dalam bakteri fermentasi tidak menjadi inaktif.

 

(3) Terapi enzim laktase

Bila kita tetap ingin atau tidak bisa menghindari mengkonsumsi susu dan produk olahannya yang mengandung laktosa dengan porsi normal, padahal kita tergolong tidak tahan laktosa, maka tersedia kemungkinan minum obat yang mengandung enzim laktase. Enzim ini diperoleh dari khamir dan jamur. Berbagai penelitian telah menunjukkan kemanjuran terapi tersebut. Namun obat yang mengandung enzim laktase ini bukan tergolong barang murah, dan sebagai salah satu bahan penyusunnya dapat digunakan gelatin. Gelatin dari negara Amerika Serikat dan Eropa umumnya dibuat dari campuran bahan hewani, termasuk babi. Dewasa ini telah ada alternatif gelatin yang dibuat dengan bahan ikan.

 

(4) Alternatif sumber kalsium

Mengingat pentingnya kalsium yang dengan mudah dapat kita peroleh dari minum susu atau makan produk olahannya, maka penderita lactose intolerance hendaknya memperhatikan apakah dengan diet yang dilakukannya tubuh masih cukup memperoleh zat kalsium. Tabel 2 menunjukkan kandungan kalsium dari sumber nabati. Dari tabel tersebut jelaslah bahwa untuk memenuhi kebutuhan ideal kalsium sehari-hari tanpa susu atau produk olahan susu kita perlu mengkonsumsi sayur-sayuran dan bahan nabati lainnya dalam jumlah besar. Kalau kita mengkonsumsinya berupa lauk pauk atau hidangan sayur, maka perut kita akan keburu kenyang sebelum kebutuhan kalsium kita terpenuhi. Teknik jitu untuk itu adalah dengan mengambil sari (juice) dari bahan-bahan nabati tersebut. Di pasaran telah tersedia alat untuk memerah sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga sarinya dapat kita minum. Perlu diingat bahwa karena kandungan zat-zat penyusunnya, maka sari sayur -kecuali sari wortel- jangan diminum murni tanpa diencerkan lebih dahulu. Anda dapat mengencerkan sari sayur tersebut dengan sari wortel. Kita dapat pula memilih air minum mineral yang kaya akan kalsium dan sari buah di pasaran yang telah diperkaya dengan kalsium.

 

Tabel 2: Kandungan kalsium bahan-bahan makanan nabati1
 
Bahan makanan; 1 porsi mengandung ...
Kalsium (mg)
Kentang, tanpa kulit, 200 g
20
Kecambah dari kedelai, 50 g
20
Biji bunga matahari, 20
20
Havermout, 50 g
28
Biji gandum, 50 g
35
Kacang kenari, 50 g
125
Roti dari tepung asli (tidak dipucatkan), 200 g
130
Bawang daun, 200 g
170
Brokkoli, 200 g
210
Bayam, 200 g
250
Kol hijau, 200 g
420
 
 
Literatur:
  • Deutsche Gesellschaft fuer Ernaehrung e.V.: Essen und Trinken bei Milchzuckerunvertraeglichkeit. Infothek: "Diaetetik". 2. Auflage, 1994. Frankfurt am Main.
  • Deutsche Gesellschaft fuer Ernaehrung e.V.: Laktoseintoleranz und Verzehr von Milch und Milchprodukten. Info DGE, 6/98, s. 84-87.
  • Deutsche Gesellschaft fuer Ernaehrung e.V.: Richtig Essen. Gefoerdert von der Bundeszentrale fuer gesundheitliche Aufklaerung. 1995. Frankfurt am Main.
  • Kordich, J.: The Juiceman®'s Power of Juicing. 1993. Warner Books, Inc., New York.
  •  

    Selesai ditulis pada tanggal 16.8.1998

    Indah Kristanti.